4/08/2012

Haiii


Dear mamas ... Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kebaikan bagimu ^,^ Aku baik-baik saja,,, ah... seharusnya tak perlu kukatakan kabarku bagaimana, toh mamas tak memperdulikannya Eits,,, mamas jangan berpikiran aku tengah menangis saat coretan ini ku ketik. Aku sedang tersenyum mas. Senyum yang dulu pernah kau kenal. Aku bahagia, meskipun aku tak bisa mengelak masih tersisa luka, tapi luka ini tak lagi menyakitiku. Aku tak lagi menangis jika namamu disebut. Aku tak lagi merasa kosong saat melewati sudut-sudut penuh kenangan. Jika ada satu atau dua bulir air mata membayang, itu hanya karna aku tidak benar-benar dapat membuang kenangan bersamamu. mamas... ah apa masih pantas kusematkan panggilan itu padamu, sementara kita tak lagi menjadi "kita" ^,^ Takdir tlah memisahkan jalan hidup kita sekarang... Untuk esok dan... entahlah... Ah... Sungguhnya aku hanya ingin kau tahu, aku baik-baik saja dan bahagia dengan caraku... Percayalah aku kan menjaga jejak yg kau tinggal... karna bagiku mengenal dan mencintaimu adalah suatu anugrah

Terus Berlalu


Aku selalu percaya bahwa usia hanyalah angka, tak peduli seberapapun tua usiamu jika kamu terus saja berlari dari masalah yang dihidangkan di hidupmu, kamu tak lebih dari bocah ingusan berusia 7 tahun.
Dan di sinilah aku berada hari ini, berada di usia 22 tahun, titik usia di mana seharusnya aku telah merampungkan semua kewajibanku dan mulai merenda mimpi.
Namun, tidak bagiku, saat ini. Kesalahan dan kebodohan telah aku lakukan dan mengacaukan semuanya. Sungguh, tulisan ini tidak untuk menunjukkan aku terpuruk apalagi mengeluh. Yang hendak aku sampaikan adalah setiap keputusan apapun dalam hidupmu selalu membawa konsekuensi pertanggungjawaban. Pun, dengan apa yang terjadi padaku.
Di usiaku sekarang, serta semua hal yang telah aku lalui, adalah sebuah blunder jika aku masih menuding-nuding orang lain sebagai pengacau semua mimpiku. Karena sesungguhnya, jika aku berani jujur, aku memegang kendali penuh atas hidupku. Maka jika ada orang lain yang berhasil memporak-porandakan mimpi-mimpiku, pasti ada andil diriku meskipun sadar atau tidak.
Benar, kalau hidupku 3 tahun terakhir mengalami jungkir balik. Benar, jika aku melalui hidup yang tak mudah. Benar, jika kesalahan fatal telah kubuat dan keputusan besar harus aku ambil. Dan juga benar, jika aku harus memunguti kepingan mimpi-mimpiku yang hancur dengan tertatih.
Setelah itu apa?
Setelah semua kekacauan hidupku. Di usia ini pula aku memutuskan untuk kembali mengambil alih kendali atas hidupku. Tidak ingin berlarut terpuruk. Tidak mudah, tapi akan terus aku usahakan. Berada di titik ini, sungguh adalah perjalanan yang tidak mudah. Banyak sekali orang yang menguatkanku. Papa, Mama, Limah, dan... Langit...
Atas nama kebahagiaan mereka yang menyayangiku dan sangat aku sayangi. Aku masih tegap berdiri, menghapus sisa luka dan air mata. Dan berusaha menciptakan kebahagiaan bagi mereka.
Dan di usia 22 tahun ini, aku pun berlalu...
Meninggalkan semua serpihan luka dan kenangan masa lalu. Menyongsong pelangi yang selalu hadir setelah badai. Dan janji pelangi tak akan salah. Mimpiku tak pernah berubah, mimpi masa kecil yang selalu tersimpan pada relung keyakinanku. Mimpiku tentang sebuah pernikahan di tahun 2013. Satu dari banyak mimpi yang mulai aku renda kembali. Dengan dayaku sendiri.
Aku berlalu...
dan terus berlalu...
Sekali lagi, usia hanya angka... Dan semua yang kulalui mampu mengajarkanku untuk bertanggung jawab atas hidupku dan hidup beberapa nyawa lain dalam hidupku.
Aku akan menjemput mimpiku, pelangiku, menghempaskan badai dan kekelaman ini jauh-jauh...
Dan akupun terus berlalu...

Doorrr


Dear Mamas...

Mamas, Aku tak akan lagi mengusik tiada dan hadirmu.

Mamas, ku tahu, setiap lorong selalu memiliki ujung.
Seperti Kota Dingin yang telah berganti musim. Dan aku tak akan lagi mengharap terik matahari di tengah badai salju.


Mamas, rasaku mulai dan berakhir tanpa kumau.
Kisahku mencapai ujung tanpa ku tau. Biar bayangnya berlalu bersamamu. Aku bersyukur pernah memilikimu untuknya.
Mamas, kau tau? Doaku semoga kamu selalu berbahagia meski bukan denganku tapi dengannya

Mamas, meski samar, tolong sampaikan salamku untuknya


*Untukmu di Kota Karawang**

Ku ikhlaskan


Aku selalu percaya bahwa Perempuan diciptakan dengan ruang kesabaran dan keikhlasan yang tak terbatas. Sehingga meskipun terus menerus diuji dan diberikan "sentuhan" kasih sayang dari Allah, Mereka, Kita, Aku, Perempuan akan mampu menjalaninya dengan ikhlas dan sabar...

Bukan bermaksud mengelu-elukan kaumku. Tapi, ya... itulah Kami....


Dan di titik itu pulalah aku berada. Terus menerus diuji kesabaran dan keikhlasanku untuk hal-hal yang terjadi di sekelilingku. Beberapa waktu lalu aku mendapat kabar yang sangat tak terduga. Kabar yang membuat aku berpikir mimpi buruk yang pernah kualami terjadi lagi.
Namun, semua, bagiku, akan berakhir dengan sebuah penerimaan. Allah pasti punya rencana yang indah untukku dan hidupku. Apapun yang terjadi di luar kami, itu semata adalah untuk mengukuhkan bahwa keputusan yang selama ini kuambil benar. Menjadi seorang wanita yang hidup jauh dari keluarga aku harus bisa tanggung jawab pada hidupku sendiri. Tidak bergantung pada orang lain termasuk makhluk bernama Laki-laki yang telah menyebabkan semua ini terjadi.

Keputusan yang tepat, karena sekali lagi ia telah melakukan kesalahan dengan orang lain. Dan apapun keputusan yang diambilnya atas orang tersebut takkan dapat memporak-porandakan kehidupanku lagi. Awalnya sangat tekejut. Tapi ya... Keputusan telah kuambil, mau sakit hati juga untuk apa... Kami memiliki kehidupan masing-masing.

Tapi, menerima kenyataan bahwa ia tak pernah belajar dari kesalahan yang dilakukannya padaku. Itu yang membuat semua hal dalam diriku meradang. Terlebih ketika ia memutuskan untuk "bertanggung jawab" pada kesalahannya yang sekarang dan tidak padaku.

Tapi, bukan aku jika pada akhirnya tak dapat ikhlas dan sabar menghadapi semuanya. Perih pasti. Meradang dan marah sudah jelas. Tapi aku hanya punya doa sebagai senjataku. Aku memilih hidup bersama Langit, untukku dan untuk masa depanku. Itu mungkin lebih dari cukup.

Semoga yang terbaiklah yang diberikan Allah pada langkahku dan langkahnya. Tidak ada pembenaran atas kekhilafan yang terus terulang. Hanya saja kearifan untuk mampu menerima kesalahan dan kekurangan, kemudian memperbaikinya untuk sesuatu yang lebih baik.

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk membuka aib seseorang atau apa. Aku hanya berusaha mengatakan, meskipun aku ikhlas melepas semua, jauh di dalam ruang kecil pada kalbuku, ada luka yang tak berterima melihat semua terjadi.

Tak Menyesal


Aku pernah melangkah dalam beribu kesalahan dalam hidup ini
Tapi aku tidak pernah menyesal melangkah ke dalam ruang cinta di hatimu
Aku menyesal atas sakit hati yang berulang-ulang di masa laluku
Tapi aku tidak pernah menyesal karena memasuki ruang cinta di hatimu

Walaupun engkau membuang diriku
Walaupun engkau meninggalkan diriku
Walaupun engkau meninggalkan perih dalam hatiku
Aku tetap bangga karena telah memberikan hatiku padamu

Aku tidak menyesal telah memberikan hatiku seutuhnya
Karena aku yakin kamulah yang pantas menerimanya
Aku tidak menyesal ketika hatiku ini engkau campakkan
Karena aku tulus memberikannya padamu

Aku tidak pernah menyesal dan aku bangga karena aku tulus mencintaimu…

Aku Mengerti


Aku tidak mau mengingkari apa yang aku rasakan ke kamu.
Aku juga tidak mau membohongi diriku sendiri.
Perasaan ini ada dan itu karenamu hanya untukmu.
Aku menyukai bagaimana caramu memandangku, caramu tersenyum.
Walaupun terdengar menggelikan aku menyukai caramu menangis ketika aku akan beranjak pergi
(meski tangismu itu bohong mamas zaenal heee...)
Aku menyukai setiap leluconmu yang membuatku tertawa karenanya.
Aku menyukaimu saat aku membutuhkan bantuanmu,
kamu langsung ada tanpa bertanya mengapa atau untuk apa.
Aku menyukai saat kamu terdiam,
duduk manis hanya untuk mendengarkan diriku bercerita atau sekedar mengomel tentang semua hal yang terjadi.
Aku menyukai saat kamu memelukku dengan hangat,
agar aku bisa tenang karena telah mengalami hari yang melelahkan dan menyebalkan
(meng china trust gagal le mdt ciciz)
Aku menyukai sifat terbukamu terhadapku,
kejujuranmu dan semua hal yang ada pada dirimu.
Apa alasan itu sudah cukup? Kurasa tidak akan pernah cukup untuk menggambarkan perasaanku padamu.
Justru beberapa hal yang sederhana itulah yang membuat aku mencintaimu mamasss :)

Ingin sekali aku berteriak '' aku ingin bersamamu,
dan menjalani hidupku hanya denganmu'' tidak ada keraguan dalam ucapanku.

Aku mengerti, aku tidak bisa memaksakannya.
Setidaknya aku sudah mencoba, aku sudah berjuang untuk itu.


Aku tahu kapanpun kamu bersedia menggandeng tanganku.

Aku mencintaimu dan mungkin aku akan mengerti.

Semu


Bagaimana jika aku pergi dari hidupmu?
Apakah kau akan merindukanku?
Mungkinkah kau menulis ratusan puisi tentang kehilanganmu?
Atau kau akan menangis dan membaca lembar-lembar kenangan yang kita buat bersama?

Bagaimana jika aku meninggalkanmu hari ini?
Akankah kau tetap hidup esok hari?
Masihkah kau mampu berdiri?

Karena jika kau pergi itulah yang akan terjadi.
Aku akan tenggelam dalam ribuan puisi. Semua tentangmu.
Aku akan menuliskan jutaan kata-kata yang mungkin saja ketika kau membacaya kau akan kembali.

Aku akan terbaring lemah,
lupa untuk bernafas dan siapa tahu suatu saat aku akan tiba-tiba saja mati.

Tetap semangat


Aku akan tetap tertawa,, ,
walau yg sebenarnya aku ingin menangis,,
aku akan ttap trsnyum
walau sebenarnya aku sangat kecewa,,,
aku akan tetap kuat
walau sbnarnya aku sudah tak sanggup,,,
aku akan tetap smangat
walau aku sedang tertekan bnyak masalah,,,
dan aku akan tetap sabar dan memandang segala sesuatunya baik-baik saja
walau sebenarnya aku sangat TERLUKAAAA!!!!!

Rela


Apalah aku ini ,,,
aku hanya bisa berusaha untuk mendapatkan cintamu karena aku memang benar benar mencintaimu
Apalah aku ini ,,,
aku hanya manusia dengan penuh harapan namun tidak bisa untuk menggapainya .
Aku adalah aku ,
tak lebih dari seorang pecundang yang tak berani melupakanmu walaupun aku tau cintamu bukan untuku .
Aku memang menyadari kalau cintaku ini hanyalah noda yang mengotori hidupmu .
Tapi tak apa aku bahagia dengan itu ,setidaknya cintaku ini membekas dihidupmu walaupun hanya kotoran .
Pernah aku mengutarakan perasaan,tapi itu hanyalah perbuatan sia-sia.
jangankan engkau pandang untuk sekedar ,engkau lirikpun tidak .
Cintaku kandas dengan tragis .
Mungkin saat ini aku akan pergi dengan membawa luka yang parah di hatiku .
Dan aku sadar kepergianku tak berarti apa apa untukmu ,namun do’a ku selalu kupancarkan untukmu .

Aku Lelah


Tuhan...bolehkan aku mengeluh..
Aku lelah...
Lelah dengan semua ini
Lelah dengan pikiran-pikiran yang tak seharusnya aku pikirkan
Tapi mereka terus saja berkejaran disana...dipikiranku
Tanpa memperdulikan apakah aku suka atau tidak
Hingga membuat aku muak,bosan,jenuh dan lelah..
Aku sadar tak seharusnya aku mengeluh
Tapi aku lelah..
Ya...lelah sekali
Jadi tolong berikan aku jeda meski sejenak...
Ringankanlah..bibirku untuk slalu tersenyum menetupi semua ini.

Bodoh Itu Aku


Bodoh itu adalah ketika kamu merasa semua baik-baik saja
tetapi kenyataanya tak seprti yg kau bayangkn
BODOH ITU AKU!
I never know that it will be hurt this much,
ternyata tulisan itu palsu,ternyata janji-janji itu hanya pemanis bibir.
ternyata semua kata katanya hanya bulshit.
aku pikir aku sudah menemukn pasangan yg tepat,
tapi ternyata kau memang 'tepat' benar-benar tepat seperti ucapan kawan
long distance relationship,ah it's just a dream if you can be happy at the end.
percayalah hanya orang bodoh yang bisa begitu percaya dan setia
kepada orang yang baru berstatuskan pacar dan berada ribuan kilometer jauhnya.
dan orang bodoh itu adalah AKU,and this is my ending
such a sad ending of long distance relationship ,
hahahah aku cuma menertawakan kebodohanku,jangan ada orang bodoh berikutnya, cukup AKU

Kelemahanku


Kadang aq tdk mengerti akn pa yg sedang q jalani dlm hidup ini. Aku trs berlari mencari kebenaran akn siapakah diri q sendiri. Penderitaan n kesusahan hati membuat q lupa akn siapakah diri q n membuat q kehilangan jati diri ku.

Kadang aku merasa bahwa aku tak sanggup memerankan kehidupan yang hrs aku perankan saat ini. Aku kalah n menyerah saat badai mengoyahkan langkah kaki, aku yg selalu rapuh dgn keterpurukanku n dalam kegagalanku.

Aku menangis dan merintih mencoba mencari jalan yg mkn masih dpt untuk kulalui. Aku lunglai n kehilangan rasa percaya diriku, kerasnya hidup terlalu kejam menghantam hatiku sehingga yg kurasakan hanyalah kerapuhan n keletihan semata.

Aku selalu mencari hati yg dpt kuraih untuk memberikan sedikit saja ketenangan bagiku. Hanya sekedar mengingatkanku bagaimana cara bernafas agar dapat terus melanjutkan hidup yang telah mengombang-ambingkan semangat dan pengharapanku.

Bagiku semuanya terasa sulit, tdk ada kata yg mampu menguatkanku n menembok hatiku yg telah hancur lebur oleh duka yg menghantamkanku keras. Aku rapuh, aku lemah, jiwaku mencari n hanya bisa mencari letak kehidupan yang telah lama dirampas oleh penderitaan dariku.

Kebahagiaan terasa selalu menjauh dariku, dia sangat membenciku dan tdk mau dekat2 denganku. Yg kurasakan hanyalah aku selalu dipermaikan oleh keadaan,. Sebentar aku dapat tersenyum menikmati sejuknya sedikit kegembiraan, namun sekejap saja hatiku dihancurkan kedukaan yang membabibuta n tanpa hati menghempaskan tubuhku hingga aku menjadi layu dan tak mampu berbuat apa2

Hatiku selalu merasakan kegetiran dan kehampaan dengan rasa sepi yang selalu menertawakanku dan selalu membawaku melayang-layang bersama rasa perih yang menyayat-nyayat hatiku yg telah hancur n tak berbentuk.

Kadang aku merasa dahaga yg sgat menyiksa, aku butuh orang yang tidak menertawakan aku dan membiarkan aku terpenjara sendirian dalam menahan getirnya dan betapa hebatnya dunia menyesatkanku. Saat ini aku ingin seseorang menjadi penerang dalam hatiku yang sedang mencari jati diriku.

Bukan menyalahkanmu

Bukan siapa menyalahkan siapa
bukan kamu disalahkan siapa
bukan aku yang menyalahkanmu
hanya saja semua berubah seperti benda usang yang kian hari kian rapuh
bukan aku menyalahkanmu atas semua ini
atas apa yang telah terjadi,semua yang kau perbuat,semua cerita itu
biarlah... berlalu sudah
berlalu ya berlalu tapi membekas menyisakan luka
tidak,aku tidak merasakan apapun
tidak benci,marahpun tidak,terlebih dendam
karena memang segalanya berarti makna yang sebenarnya
membuat sifatku tak seperti dulu
tak sebaik dulu tak sepeka dulu tak peduli ,acuh
diam namun untuk MEMENDAM bukan MENDENDAM
mengusik ... maaf jika aku selalu mengusikmu

Kau Ajariku

Meski tak kau sadari
kau mengajariku arti hidup

meski tak kau sadari
kau mengajariku apa itu cinta
meski tak kau sadari
kau mengajariku bagaimana mencinta

meski tak kau sadari
kau mengajari bagaimana mencari
meski tak kau sadari
kau mengajariku tentang ego

meski tak kau sadari
kau mengajariku tentang banyak hal
kau juga tak sadar
membuatku tau bagaimana harus ikhlaskan

engkau juga mungkin tak sadar
karenamu aku belajar merelakan
aku yakin kau juga tak sadar
aku belajar kembali sakit hati

pasti juga kau tak sadar
aku kembali belajar tentang kebahagiaan

karenamu aku kembali tersenyum
karenamu aku bisa kembali tertawa
menikmati setiap langkah kehidupan
menikmati hidup yang begitu indah
dan itupun aku yakin kau tak menyadarinya

itulah engkau
yang hanya ingin tau aku bahagia