Dear mamas ... Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kebaikan bagimu ^,^ Aku baik-baik saja,,, ah... seharusnya tak perlu kukatakan kabarku bagaimana, toh mamas tak memperdulikannya Eits,,, mamas jangan berpikiran aku tengah menangis saat coretan ini ku ketik. Aku sedang tersenyum mas. Senyum yang dulu pernah kau kenal. Aku bahagia, meskipun aku tak bisa mengelak masih tersisa luka, tapi luka ini tak lagi menyakitiku. Aku tak lagi menangis jika namamu disebut. Aku tak lagi merasa kosong saat melewati sudut-sudut penuh kenangan. Jika ada satu atau dua bulir air mata membayang, itu hanya karna aku tidak benar-benar dapat membuang kenangan bersamamu. mamas... ah apa masih pantas kusematkan panggilan itu padamu, sementara kita tak lagi menjadi "kita" ^,^ Takdir tlah memisahkan jalan hidup kita sekarang... Untuk esok dan... entahlah... Ah... Sungguhnya aku hanya ingin kau tahu, aku baik-baik saja dan bahagia dengan caraku... Percayalah aku kan menjaga jejak yg kau tinggal... karna bagiku mengenal dan mencintaimu adalah suatu anugrah
Ruang Jeda
Jadikan Sabar & Sholat Sebaagai Penolongmu
4/08/2012
Haiii
Dear mamas ... Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kebaikan bagimu ^,^ Aku baik-baik saja,,, ah... seharusnya tak perlu kukatakan kabarku bagaimana, toh mamas tak memperdulikannya Eits,,, mamas jangan berpikiran aku tengah menangis saat coretan ini ku ketik. Aku sedang tersenyum mas. Senyum yang dulu pernah kau kenal. Aku bahagia, meskipun aku tak bisa mengelak masih tersisa luka, tapi luka ini tak lagi menyakitiku. Aku tak lagi menangis jika namamu disebut. Aku tak lagi merasa kosong saat melewati sudut-sudut penuh kenangan. Jika ada satu atau dua bulir air mata membayang, itu hanya karna aku tidak benar-benar dapat membuang kenangan bersamamu. mamas... ah apa masih pantas kusematkan panggilan itu padamu, sementara kita tak lagi menjadi "kita" ^,^ Takdir tlah memisahkan jalan hidup kita sekarang... Untuk esok dan... entahlah... Ah... Sungguhnya aku hanya ingin kau tahu, aku baik-baik saja dan bahagia dengan caraku... Percayalah aku kan menjaga jejak yg kau tinggal... karna bagiku mengenal dan mencintaimu adalah suatu anugrah
Terus Berlalu
Aku selalu percaya bahwa usia hanyalah angka, tak peduli seberapapun tua usiamu jika kamu terus saja berlari dari masalah yang dihidangkan di hidupmu, kamu tak lebih dari bocah ingusan berusia 7 tahun.
Dan di sinilah aku berada hari ini, berada di usia 22 tahun, titik usia di mana seharusnya aku telah merampungkan semua kewajibanku dan mulai merenda mimpi.
Namun, tidak bagiku, saat ini. Kesalahan dan kebodohan telah aku lakukan dan mengacaukan semuanya. Sungguh, tulisan ini tidak untuk menunjukkan aku terpuruk apalagi mengeluh. Yang hendak aku sampaikan adalah setiap keputusan apapun dalam hidupmu selalu membawa konsekuensi pertanggungjawaban. Pun, dengan apa yang terjadi padaku.
Di usiaku sekarang, serta semua hal yang telah aku lalui, adalah sebuah blunder jika aku masih menuding-nuding orang lain sebagai pengacau semua mimpiku. Karena sesungguhnya, jika aku berani jujur, aku memegang kendali penuh atas hidupku. Maka jika ada orang lain yang berhasil memporak-porandakan mimpi-mimpiku, pasti ada andil diriku meskipun sadar atau tidak.
Benar, kalau hidupku 3 tahun terakhir mengalami jungkir balik. Benar, jika aku melalui hidup yang tak mudah. Benar, jika kesalahan fatal telah kubuat dan keputusan besar harus aku ambil. Dan juga benar, jika aku harus memunguti kepingan mimpi-mimpiku yang hancur dengan tertatih.
Setelah itu apa?
Setelah semua kekacauan hidupku. Di usia ini pula aku memutuskan untuk kembali mengambil alih kendali atas hidupku. Tidak ingin berlarut terpuruk. Tidak mudah, tapi akan terus aku usahakan. Berada di titik ini, sungguh adalah perjalanan yang tidak mudah. Banyak sekali orang yang menguatkanku. Papa, Mama, Limah, dan... Langit...
Atas nama kebahagiaan mereka yang menyayangiku dan sangat aku sayangi. Aku masih tegap berdiri, menghapus sisa luka dan air mata. Dan berusaha menciptakan kebahagiaan bagi mereka.
Dan di usia 22 tahun ini, aku pun berlalu...
Meninggalkan semua serpihan luka dan kenangan masa lalu. Menyongsong pelangi yang selalu hadir setelah badai. Dan janji pelangi tak akan salah. Mimpiku tak pernah berubah, mimpi masa kecil yang selalu tersimpan pada relung keyakinanku. Mimpiku tentang sebuah pernikahan di tahun 2013. Satu dari banyak mimpi yang mulai aku renda kembali. Dengan dayaku sendiri.
Aku berlalu...
dan terus berlalu...
Sekali lagi, usia hanya angka... Dan semua yang kulalui mampu mengajarkanku untuk bertanggung jawab atas hidupku dan hidup beberapa nyawa lain dalam hidupku.
Aku akan menjemput mimpiku, pelangiku, menghempaskan badai dan kekelaman ini jauh-jauh...
Dan akupun terus berlalu...
Doorrr
Dear Mamas...
Mamas, Aku tak akan lagi mengusik tiada dan hadirmu.
Mamas, ku tahu, setiap lorong selalu memiliki ujung.
Seperti Kota Dingin yang telah berganti musim. Dan aku tak akan lagi mengharap terik matahari di tengah badai salju.
Mamas, rasaku mulai dan berakhir tanpa kumau.
Kisahku mencapai ujung tanpa ku tau. Biar bayangnya berlalu bersamamu. Aku bersyukur pernah memilikimu untuknya.
Mamas, kau tau? Doaku semoga kamu selalu berbahagia meski bukan denganku tapi dengannya
Mamas, meski samar, tolong sampaikan salamku untuknya
*Untukmu di Kota Karawang**
Ku ikhlaskan
Aku selalu percaya bahwa Perempuan diciptakan dengan ruang kesabaran dan keikhlasan yang tak terbatas. Sehingga meskipun terus menerus diuji dan diberikan "sentuhan" kasih sayang dari Allah, Mereka, Kita, Aku, Perempuan akan mampu menjalaninya dengan ikhlas dan sabar...
Bukan bermaksud mengelu-elukan kaumku. Tapi, ya... itulah Kami....
Dan di titik itu pulalah aku berada. Terus menerus diuji kesabaran dan keikhlasanku untuk hal-hal yang terjadi di sekelilingku. Beberapa waktu lalu aku mendapat kabar yang sangat tak terduga. Kabar yang membuat aku berpikir mimpi buruk yang pernah kualami terjadi lagi.
Namun, semua, bagiku, akan berakhir dengan sebuah penerimaan. Allah pasti punya rencana yang indah untukku dan hidupku. Apapun yang terjadi di luar kami, itu semata adalah untuk mengukuhkan bahwa keputusan yang selama ini kuambil benar. Menjadi seorang wanita yang hidup jauh dari keluarga aku harus bisa tanggung jawab pada hidupku sendiri. Tidak bergantung pada orang lain termasuk makhluk bernama Laki-laki yang telah menyebabkan semua ini terjadi.
Keputusan yang tepat, karena sekali lagi ia telah melakukan kesalahan dengan orang lain. Dan apapun keputusan yang diambilnya atas orang tersebut takkan dapat memporak-porandakan kehidupanku lagi. Awalnya sangat tekejut. Tapi ya... Keputusan telah kuambil, mau sakit hati juga untuk apa... Kami memiliki kehidupan masing-masing.
Tapi, menerima kenyataan bahwa ia tak pernah belajar dari kesalahan yang dilakukannya padaku. Itu yang membuat semua hal dalam diriku meradang. Terlebih ketika ia memutuskan untuk "bertanggung jawab" pada kesalahannya yang sekarang dan tidak padaku.
Tapi, bukan aku jika pada akhirnya tak dapat ikhlas dan sabar menghadapi semuanya. Perih pasti. Meradang dan marah sudah jelas. Tapi aku hanya punya doa sebagai senjataku. Aku memilih hidup bersama Langit, untukku dan untuk masa depanku. Itu mungkin lebih dari cukup.
Semoga yang terbaiklah yang diberikan Allah pada langkahku dan langkahnya. Tidak ada pembenaran atas kekhilafan yang terus terulang. Hanya saja kearifan untuk mampu menerima kesalahan dan kekurangan, kemudian memperbaikinya untuk sesuatu yang lebih baik.
Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk membuka aib seseorang atau apa. Aku hanya berusaha mengatakan, meskipun aku ikhlas melepas semua, jauh di dalam ruang kecil pada kalbuku, ada luka yang tak berterima melihat semua terjadi.
Tak Menyesal
Aku pernah melangkah dalam beribu kesalahan dalam hidup ini
Tapi aku tidak pernah menyesal melangkah ke dalam ruang cinta di hatimu
Aku menyesal atas sakit hati yang berulang-ulang di masa laluku
Tapi aku tidak pernah menyesal karena memasuki ruang cinta di hatimu
Walaupun engkau membuang diriku
Walaupun engkau meninggalkan diriku
Walaupun engkau meninggalkan perih dalam hatiku
Aku tetap bangga karena telah memberikan hatiku padamu
Aku tidak menyesal telah memberikan hatiku seutuhnya
Karena aku yakin kamulah yang pantas menerimanya
Aku tidak menyesal ketika hatiku ini engkau campakkan
Karena aku tulus memberikannya padamu
Aku tidak pernah menyesal dan aku bangga karena aku tulus mencintaimu…
Langganan:
Postingan (Atom)